Arsip untuk Juli 4th, 2007|Halaman arsip harian
Penyakit Ujub “Rasa Bangga”
Ujub merupakan salah satu penyakit hati. Sifat ini akan selalu melekat pada diri manusia, meskipun ia tinggal seorang diri di muka bumi. Yang dimaksud dengan Ujub “Rasa Bangga” merupakan rasa besar hati karena mempunyai kelebihan atau keunggulan daripada orang lain dalam hal keturunan, Ilmu pengetahuan, kekuatan maupun harta. Orang ini mengira bahwa dirinya mempunyai kelebihan dikarenakan usahanya sendiri. Ia lupa bahwa Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan nikmat itu kepadanya, sehingga ia mampu melakukan hal yang tidak mampu dilakukan oleh orang lain. Baca selebihnya »
Anggaplah Besar Dosamu
Dalam perang Hudaibiyah kaum muslimin datang dengan penuh kerinduan ke Baitulloh. Tetapi mereka bersama Rasulullo Shallallahu’alaihi wasallam dihalang-halangi oleh kaum musyrikin dari melaksanakan niat mereka itu. Sehingga ada unek-unek dalam hati para sahabat Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam. Maka Umar radiyallahu’anhu menemui Rasululloh Shallallahu’alaihi wasallam seraya bertanya, “Bukankah engkau benar-benar Nabi Alloh Subhanahu wa Ta’ala?” Nabi Shallallahu’alaihi wasallam menjawab: “Benar”. Ia bertanya, “Bukankah kita berada di atas kebenaran dan musuh kita di atas kebatilan?” Beliau menjawab, “Benar”. Ia berkata: “Kalau begitu kenapa kita memberikan kehinaan kepada agama kita?” Baca selebihnya »
Terapi Mabuk Asmara
Walaupun efek yang ditimbulkan penyakit al-‘isyq sangat hebat dan sulit melepaskan diri dari jeratannya namun bukanlah suatu hal yang mustahil apabila penderitanya bisa sembuh dan selamat dari penyakit ini. Ibnul Jauzi rahimahulloh berkata: “Sesungguhnya obat itu mujarab bagi orang yang menerimanya. Adapun orang yang mencampuradukkannya niscaya obat itu tidak berguna baginya.” Maka orang yang benar-benar ingin sembuh, dia harus berupaya berobat. Namun jika tidak, niscaya penyakit akan tetap bercokol bahkan bisa jadi bertambah parah. Baca selebihnya »
Lisan Kita…, Untuk Apakah?
Lisan merupakan bagian tubuh yang paling banyak digunakan dalam keseharian kita. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga lisan kita. Apakah banyak kebaikannya dengan menyampaikan yang haq ataupun malah terjerumus ke dalam dosa dan maksiat. Baca selebihnya »
Kala Ujian dan Musibah Melanda
Tak terasa, ternyata sudah satu tahun lebih peristiwa tsunami melanda bumi Nangro Aceh Darussalam. Namun bekas-bekas kedahsyatan dan kepedihan itu terasa masih menyisakan sebuah cerita dan ibroh (pelajaran) bagi kita semua. Kemudian disusul pula dengan musibah-musibah yang datang silih berganti yang seakan tak kunjung reda. Mulai dari virus yang mewabah (flu burung), banjir, tanah longsor, kenaikan BBM sampai dengan pengeboman. Menyikapi ini semua, apakah kita hendak menyiram bibit kebencian kepada sang Pencipta dan menisbatkan seluruh kejadian tersebut karena ketidakadilan Alloh -naudzu billah!!-, ataukah kita memukul dan merobek baju dengan wajah merah padam tanda kurang sabar? Ketika dalam kondisi terjepit demikianlah seorang muslim diuji, dituntut untuk bersikap dengan benar.
Melupakan Cobaan Yang Telah Berlalu
Kegembiraan akan hadir dan men-sirna-kan berbagai kegundahan dan keruwetan apabila kita berupaya keras menyingkirkan penyebab kegundahan itu dan meraih berbagai sarana yang dapat membuahkan kegembiraan. Yaitu dengan melupakan cobaan-cobaan yang telah lampau yang tidak mungkin diputar ulang, dan menyadari bahwa kekalutan hati dan memikirkan hal itu adalah suatu tindakan sia-sia dan tidak dibenarkan oleh akal yang sehat, dan bahwasanya memikirkan hal yang semacam itu adalah suatu kebohongan dan kegilaan.
Tidak Takluk Pada Bayangan Buruk
Jika hati seseorang bersandar dan bertawaqal kepada Alloh ‘Azza wa Jalla, tidak takluk kepada bayang-bayang buruk dan tidak pula dikuasai oleh khayalan-khayalan buruk, sedang ia percaya penuh kepada Alloh ‘Azza wa Jalla dan mendambakan karuniaNya, maka dengan itu segala kegelisahan dan kegundahan akan tertangkis, sejumlah penyakit luar maupun dalam akan hilang darinya, dan akan tercipta di hatinya kekuatan, kelapangan dan kegembiraan yang tak mungkin terungkapkan olah kata. Baca selebihnya »
Pandanglah Kebawah, Akan Terlihat Besarnya Nikmat Alloh
Seorang hamba jika memusatkan perhatiannya pada ajaran nabawi yang agung ini, maka ia akan melihat dirinya mengungguli orang banyak dalam hal kesejahteraan dan rezki serta rentetan kenikmatan lain berkat kedua karunia itu, meski ia dalam kondisi apapun. Dengan itu sirnalah keguncangan, kegundahan dan keruwetannya, dan bertambahlan kegembiraan dan kesukaannya terhadap nikmat-nikmat Alloh Subhannahu wa Ta’ala, yang ia dalam hal ini mengungguli orang-orang yang lain dibawahnya. Baca selebihnya »
Kejadian-Kejadian yang Menimpa Seseorang
Sebagaimana kejadian-kejadian yang menimpa umat dapat menjadi salah satu faktor tingginya kemauan, maka demikian pula individu apabila ia mengalami kejadian-kejadian yang tidak menyenangkan dalam kehidupannya, seperti ujian, bencana dan lain sebagainya. Semua itu dapat berpengaruh dan dapat meninggalkan pengaruhnya dalam jiwanya, bahkan adakalanya menjadi faktor kebangkitan dan keberanjakannya. Baca selebihnya »
Akhirnya Kebaikan Yang Kujadikan Teman
Hatim Al-Asham mengungkapkan: “Aku lihat setiap orang itu memiliki teman tempat membuka rahasia dan berbagi rasa. Aku bertanya pada diriku sendiri: “ Siapa temanku ? “. Setiap teman dan saudara sudah kulihat sebelum mati. Aku ingin mencari teman yang akan kubawa sesudah mati. Maka aku mengambil kebajikan sebagai teman untuk menemaniku hingga hari kiamat nanti, turut bersamaku meniti titian Ash-Shirath, lalu menegakkan tubuhku dihadapan Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Baca selebihnya »
Tinggalkan sebuah Komentar
Tinggalkan sebuah Komentar
Tinggalkan sebuah Komentar