<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rasyid Mubarok</title>
	<atom:link href="http://rasyidmubarok.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rasyidmubarok.wordpress.com</link>
	<description>Ilmu Gratis, Belajar Gratis, Buku-Buku Gratis, Serba Gratis</description>
	<lastBuildDate>Wed, 11 Jul 2007 07:40:32 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rasyidmubarok.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rasyid Mubarok</title>
		<link>http://rasyidmubarok.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rasyidmubarok.wordpress.com/osd.xml" title="Rasyid Mubarok" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rasyidmubarok.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kajian Akhlaq: Sifat Malu &#8220;Yang Mulia&#8221;</title>
		<link>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/sifat-malu-yang-mulia/</link>
		<comments>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/sifat-malu-yang-mulia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jul 2007 15:39:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasyidmubarok</dc:creator>
				<category><![CDATA[BerAdab]]></category>
		<category><![CDATA[BerAkhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[Dar Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi Luhur]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/sifat-malu-yang-mulia/</guid>
		<description><![CDATA[ Manusia akan hidup dalam kebaikan selama rasa malu masih terpelihara, sebagaimana dahan akan tetap segar selama masih terbungkus kulitnya. Secara kodrat, kaum wanita sangat beruntung, dianugrahi fitrah penciptaannya  dengan rasa malu yang lebih dominan dibandingkan dengan pria. Namun, ironisnya, kini banyak sekali wanita yang justru merasa malu mempunyai sifat malu dan berusaha mencampakkan jauh-jauh sifat mulia dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasyidmubarok.wordpress.com&amp;blog=1339995&amp;post=53&amp;subd=rasyidmubarok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"> Manusia akan hidup dalam kebaikan selama rasa malu masih terpelihara, sebagaimana dahan akan tetap segar selama masih terbungkus kulitnya. Secara kodrat, kaum wanita sangat beruntung, dianugrahi fitrah penciptaannya  dengan rasa malu yang lebih dominan dibandingkan dengan pria. Namun, ironisnya, kini banyak sekali wanita yang justru merasa malu mempunyai sifat malu dan berusaha mencampakkan jauh-jauh sifat mulia dan terpuji itu. Sehingga, terlalu banyak kita jumpai saat ini kaum wanita yang lebih tidak tahu malu daripada laki-laki.<span id="more-53"></span></p>
<p style="margin-bottom:12pt;text-align:justify;"><strong>Malu adalah Iman<br />
</strong>Lunturnya sifat malu dalam masyarakat merupakan salah satu parameter degradasi iman. Sebab, rasa malu akan segera menyingkir dengan sendirinya tatkala iman sudah terkikis. Sebagaimana sabda Rasululloh <em>Shallallaahu alaihi wa Sallam</em>, yang artinya: <em>“Malu dan iman saling berpasangan. Bila salah satunya hilang, maka yang lain turut hilang.” </em>(HR: Hakim dalam kitab Al-Mustadrak, ia berkata hadits ini shahih dengan syarat Bukhari Muslim dan Dzahabi menyepakatinya)</p>
<p>Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam pernah melewati seorang laki-laki Anshar yang mencela sifat malu saudaranya. Maka Rasululloh <em>Shallallaahu alaihi wa Sallam</em> bersabda, yang artinya: <em>“Tinggalkan dia. Sesungguhnya malu itu sebagian dari iman.”</p>
<p></em>Dari Abi Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasululloh <em>Shallallaahu alaihi wa Sallam</em> bersabda, yang artinya:<em> “Iman itu ada tujuh puluh bagian. Yang paling tinggi adalah kalimat ‘la ilaha illallah’ dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri di jalan. Dan malu adalah bagian dari iman.”</em> (HR: Bukhari)</p>
<p><strong>Malu, Kunci Segala Kebaikan<br />
</strong>Malu merupakan penghalang seseorang untuk melakukan perbuatan dosa. Hasrat seseorang untuk berbuat dosa berbanding terbalik dengan rasa malu yang dimilikinya.</p>
<p>Abu Hatim berkata: “Bila manusia terbiasa malu, maka pada dirinya terdapat faktor-faktor yang mendorong pada kebaikan. Sebaliknya orang yang tidak tahu malu dan terbiasa berbicara kotor maka pada dirinya tidak akan ada faktor-faktor yang mendorong pada kebaikan, yang ada hanya kejahatan.”</p>
<p>Muhammad Ibnu Abdullah Al-Baghdadi melantunkan syair sebagai berikut:<br />
<em>“Bila cahaya wajah berkurang,<br />
maka berkurang pula rasa malunya<br />
Tidak ada keindahan pada wajah,<br />
Bila cahayanya berkurang<br />
Rasa malumu peliharalah selalu,<br />
Sesungguhnya sesuatu yang menandakan kemuliaan seseorang,<br />
Adalah rasa malunya.”<br />
</em><br />
<em><strong>Bukannya Tidak Pede<br />
</strong></em>Mempunyai sifat malu <strong>bukan</strong> berarti menjadikan kita rendah diri, minder, atau nggak pede. Apalagi gara-gara ketidakpedean itu kita jadi urung melakukan kebaikan, amal shalih, dan menuntut ilmu. Jika hal itu terjadi pada diri kita, cobalah kita berintrospeksi, apakah sebenarnya malu yang kita rasakan itu karena Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>atau karena manusia. Misalnya saja kita malu memakai jilbab yang syar’I, malu menunjukkan jati diri sebagai seorang Pria Muslim atau malu pergi ke majelis ta’lim. Apakah malu yang demikian ini karena Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>atau hanya rasa malu, ketakutan dan kecemasan kita kepada selain-Nya? Padahal, malu kepada Alloh-lah yang seharusnya kita utamakan. Bukankah Alloh-lah yang paling berhak kita malui?</p>
<p>Al-Qurthubi <em>rahimahulloh</em> berkata: “Al-Musthafa (Nabi Muhammad) <em>Shallallahu ‘alaihi wa Sallam</em> adalah orang yang pemalu. Beliau menyuruh (umatnya) agar mempunyai sifat malu. Namun satu hal yang perlu diketahui bahwa malu tidak dapat merintangi kebenaran yang beliau katakan atau menghalangi urusan agama yang beliau jadikan pegangan sesuai dengan firman Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>, yang artinya: <em>“Dan Alloh tidak malu (menerangkan) yang benar”</em> (QS: Al-Ahzab: 53)”.</p>
<p>Sifat malu memang adakalanya harus disingkirkan, yaitu saat kita menuntut ilmu. Dalam hal ini, Ali bin Abi Thalib <em>radhiyallahu ‘anhu</em> pernah berkata: “Orang yang tidak tahu tidak selayaknya malu bertanya, dan orang yang ditanya tidak perlu malu bila tidak mengetahuinya untuk mengatakan: Saya tidak tahu”.</p>
<p>Imam Bukhari <em>rahimahulloh</em> berkata: “Orang yang pemalu dan sombong tidak akan bisa mempelajari ilmu.” Hal ini juga dikuatkan oleh hadits yang diriwayatkan Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha</em>. Ia berkata, “Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar. Rasa malu pada diri mereka tidak menghalangi mereka mendalami ilmu agama.” (Fathul Bari 1/229)</p>
<p><strong>Harus Ditumbuhkan<br />
</strong>Pengunjung Media Muslim INFO yang tercinta… sifat yang mulia ini selayaknyalah kita pupuk dengan baik dan kita jaga agar tidak musnah dari diri kita. Berbahagialah kita, jika kita terlahir sebagai sebagai seorang yang pemalu, yang berati kita telah mempunyai sifat dasar yang baik. Rasululloh <em>Shallallahu ‘alaihi wa Sallam</em> pernah bersabda kepada Asyaj dari bani Anshar, yang artinya: “Pada dirimu ada dua sifat yang Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>sukai.” Maka ia bertanya, “Apakah itu, wahai Rasululloh <em>Shallallahu ‘alaihi wa Sallam</em>?” Rasululloh <em>Shallallahu ‘alaihi wa Sallam </em>menjawab; “Sabar dan malu”. Asyaj bertanya lagi, “Apakah kedua sifat itu sudah ada sejak dulu atau baru ada?”. Rasululloh <em>Shallallahu ‘alaihi wa Sallam </em>menjawab, “Sejak dulu.” Asyaj berkata, “Puji syukur kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>yang telah memberiku dua sifat yang Allah sukai “ (HR: Ibnu Abi ‘Ashim).</p>
<p>Jika memang kita rasakan sifat itu kurang pada diri kita, maka tidak perlu khawatir karena sifat itu dapat ditumbuhkan. Dengan meningkatkan iman, <em>ma’rifatulloh</em>, dan pendekatan diri kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>sehingga dalam diri kita timbul kesadaran bahwa Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>senantiasa mengawasi, mengetahui segala sesuatu yang kita kerjakan dan yang kita simpan dalam hati maka akan tumbuhlah malu imani yang mampu mencegah seseorang berdosa karena takut pada Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>. Wallahu a’lam.</p>
<p>(Sumber Rujukan: Al-Qur&#8217;an, Fathul Bari, Hadits Bukhori dan Muslim dan berbagai sumber lainnya)
<p>Disalin dari: <a href="http://www.rasyidmubarok.wordpress.com/">Rasyid Mubarok Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rasyidmubarok.wordpress.com/53/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rasyidmubarok.wordpress.com/53/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasyidmubarok.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasyidmubarok.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasyidmubarok.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasyidmubarok.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rasyidmubarok.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rasyidmubarok.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rasyidmubarok.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rasyidmubarok.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasyidmubarok.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasyidmubarok.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasyidmubarok.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasyidmubarok.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasyidmubarok.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasyidmubarok.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasyidmubarok.wordpress.com&amp;blog=1339995&amp;post=53&amp;subd=rasyidmubarok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/sifat-malu-yang-mulia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87057d21f327a0ff09d166382a3e3ccd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rasyidmubarok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kajian Akhlaq: Tersenyumlah &#8230;</title>
		<link>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/tersenyumlah/</link>
		<comments>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/tersenyumlah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jul 2007 14:28:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasyidmubarok</dc:creator>
				<category><![CDATA[BerAdab]]></category>
		<category><![CDATA[BerAkhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[Dar Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi Luhur]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/tersenyumlah/</guid>
		<description><![CDATA[Tertawa sewajarnya merupakan obat kecemasan dan pelipur kesedihan. Dalam senyum terdapat kekuatan yang menakjubkan dalam menggembirakan jiwa dan menyenangkan hati, sehingga Abu darda berkata: &#8220;Sesungguhnya aku akan tertawa hingga hatiku akan terhibur.&#8221; Tertawa merupakan puncak keceriaan, kelegaan dan keriangan, asalkan tidak berlebihan, dengan sewajarnya, dan tidak di maksudkan mengejek atau mencemooh: &#8220;Jangan terlalu banyak tertawa, karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasyidmubarok.wordpress.com&amp;blog=1339995&amp;post=52&amp;subd=rasyidmubarok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"> Tertawa sewajarnya merupakan obat kecemasan dan pelipur kesedihan. Dalam senyum terdapat kekuatan yang menakjubkan dalam menggembirakan jiwa dan menyenangkan hati, sehingga Abu darda berkata: &#8220;Sesungguhnya aku akan tertawa hingga hatiku akan terhibur.&#8221; Tertawa merupakan puncak keceriaan, kelegaan dan keriangan, asalkan tidak berlebihan, dengan sewajarnya, dan tidak di maksudkan mengejek atau mencemooh: &#8220;Jangan terlalu banyak tertawa, karena terlalu banyak tertawa akan mematikan hati.&#8221;<span id="more-52"></span></p>
<p align="justify">Hakikatnya, Islam adalah agama yang dibangun atas dasar keseimbangan dan keadilan, baik dalam hal akidah, ibadah, akhlak, maupun tingkah laku. Oleh karena itu, janganlah anda masamkan raut muka anda sehingga menakutkan orang yang melihat. Jangan pula anda tertawa terbahak – bahak. Akan tetapi, tampilkanlah wajah yang tenang, selalu berseri dan enak dipandang, sehingga menyenangkan orang yang memandang.</p>
<p>Kalau kita diminta memilih antara harta yang banyak atau jabatan terhormat dan jiwa yang tenang penuh keceriaan, tentu anda akan memilih yang kedua. Apa artinya harta jika jiwa penuh kemuraman? Apa artinya pangkat dan jabatan jika jiwa terkekang? Apa artinya kecantikan istri bila ia selalu cemberut dan menjadikan suasana rumah seperti neraka? Sungguh lebih baik seribu kali lipat istri yang tidak terlalu cantik tetapi mampu menciptakan suasana rumah seperti surga.</p>
<p>Senyum yang tampak secara lahir tidak akan bernilai bila muncul dengan pura – pura dan untuk menutupi seseorang yang berperangai menyimpang. Lihatlah bunga juga tersenyum; hutan tersenyum; dan lautan, sungai, langit, bintang, burung, semuanya tersenyum. Senyum mereka itulah senyum yang tulus.</p>
<p>Jiwa yang senantiasa tersenyum akan melihat kesulitan dengan nyaman sambil berusaha mengatasinya. Jika mereka melihat sebuah persoalan, mereka tersenyum dan tetap tersenyum ketika mampu mengatasinya. Sebaliknya, jiwa yang muram akan akan melihat kesulitan dengan kesedihan. Bila menemui kesulitan, ia akan meghindar atau  membesar-besarkannya, semangatnya melemah dan berandai andai dengan kata-kata &#8220;kalau&#8221;, &#8220;bila&#8221;, dan &#8220;jika&#8221;.</p>
<p>Betapa kita amat membutuhkan senyuman, keceriaan wajah, kelapangan dada, kemrahan hati, kelemahlembutan, dan keramahan. &#8220;Sesungguhnya Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>telah mewahyukan kepadaku (Rasululloh Muhammad <em>Shallallahu’alaihi wasallam</em>) agar kalian bersikap tawadhu&#8217; hingga tidak ada seorang pun yang berbuat zhalim terhadap orang lain.&#8221;
<p>Disalin dari: <a href="http://www.rasyidmubarok.wordpress.com/">Rasyid Mubarok Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rasyidmubarok.wordpress.com/52/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rasyidmubarok.wordpress.com/52/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasyidmubarok.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasyidmubarok.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasyidmubarok.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasyidmubarok.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rasyidmubarok.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rasyidmubarok.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rasyidmubarok.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rasyidmubarok.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasyidmubarok.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasyidmubarok.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasyidmubarok.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasyidmubarok.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasyidmubarok.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasyidmubarok.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasyidmubarok.wordpress.com&amp;blog=1339995&amp;post=52&amp;subd=rasyidmubarok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/tersenyumlah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87057d21f327a0ff09d166382a3e3ccd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rasyidmubarok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kajian Akhlaq: Doa-Doa Rasululloh</title>
		<link>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/doa-doa-rasululloh/</link>
		<comments>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/doa-doa-rasululloh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jul 2007 13:14:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasyidmubarok</dc:creator>
				<category><![CDATA[BerAdab]]></category>
		<category><![CDATA[BerAkhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[Dar Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi Luhur]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/doa-doa-rasululloh/</guid>
		<description><![CDATA[Rasululloh shallallahu &#8216;alaihi wa sallam seorang yang banyak berdoa, memohon dan menunjukkan ketergantungan kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Beliau sangat menyukai kalimat-kalimat yang ringkas namun sarat makna dan juga menyukai ucapan-ucapan doa. Doa adalah ibadah yang sangat agung, yang tidak boleh dipalingkan kepada selain Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Hakikat doa adalah menunjukkan ketergantungan kita kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasyidmubarok.wordpress.com&amp;blog=1339995&amp;post=51&amp;subd=rasyidmubarok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"> Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> seorang yang banyak berdoa, memohon dan menunjukkan ketergantungan kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. Beliau sangat menyukai kalimat-kalimat yang ringkas namun sarat makna dan juga menyukai ucapan-ucapan doa.</p>
<p>Doa adalah ibadah yang sangat agung, yang tidak boleh dipalingkan kepada selain Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. Hakikat doa adalah menunjukkan ketergantungan kita kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> dan berlepas diri dari daya dan upaya makhluk. <span>Doa merupakan tanda Ubudiyah (penghambaan diri secara totalitas kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>). Doa juga merupakan lambang kelemahan manusia. Di dalam ibadah doa terkandung pujian terhadap Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>.</span><span id="more-51"></span></p>
<p align="justify">Disamping itu terkandung juga sifat penyantun dan pemurah bagi Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. Oleh sebab itu Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> bersabda, yang artinya: <em>&#8220;Doa itu adalah ibadah&#8221;</em> (HR: Tirmidzi)</p>
<p>Di antara doa Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> adalah, yang artinya: <em>&#8220;Ya Alloh, tolonglah daku dalam menjalankan agama yang merupakan pelindung segala urusanku. Elokkanlah urusan duniaku yang merupakan tempat aku mencari kehidupan. Elokkanlah urusan akhiratku yang merupakan tempat aku kembali. Jadikanlah kehidupanku ini sebagai tambahan segala kebaikan bagiku dan jadikanlah kematianku sebagai ketenangan bagiku dari segala kejahatan.&#8221;</em> (HR: Muslim)</p>
<p>Di antara doa beliau adalah, yang artinya: <em>&#8220;Ya Alloh, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Ya Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, kejahatan setan dan bala tentaranya, atau aku melakukan kejahatan terhadap diriku atau yang aku tujukan kepada seorang muslim lain.&#8221;</em> (HR: Abu Daud)</p>
<p>Demikian pula doa berikut ini: <em>&#8220;Ya Alloh, cukupilah aku dengan rizki-Mu yang halal (supaya aku terhindar) dari yang haram, perkayalah aku dengan karunia-Mu (supaya aku tidak meminta) kepada selain-Mu.&#8221; </em>(HR: At-Tirmidzi)</p>
<p><span>Di antara permohonan beliau kepada Alloh<em> Subhannahu wa Ta&#8217;ala</em>, yang artinya: <em>&#8220;Ya Alloh, ampunilah dosaku, curahkanlah rahmat-Mu kepadaku dan temukanlah aku dengan teman yang tinggi derajatnya.&#8221; </em>(Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p>Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> senantiasa berdoa memohon kepada Rabb <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> baik pada waktu lapang maupun pada saat sempit. Pada peperangan Badar, beliau berdoa kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> hingga jatuh selendang beliau dari kedua pundaknya, memohon kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> agar menurunkan pertolongan bagi kaum muslimin dan menjatuhkan kekalahan atas kaum musyrikin. Beliau sering berdoa untuk dirinya sendiri, untuk keluarga dan ahli bait beliau, untuk sahabat-sahabat beliau bahkan untuk segenap kaum muslimin.</p>
<p>(Sumber Rujukan: Sehari Di Kediaman Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>, Asy-Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim)</span>
<p>Disalin dari: <a href="http://www.rasyidmubarok.wordpress.com/">Rasyid Mubarok Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rasyidmubarok.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rasyidmubarok.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasyidmubarok.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasyidmubarok.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasyidmubarok.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasyidmubarok.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rasyidmubarok.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rasyidmubarok.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rasyidmubarok.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rasyidmubarok.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasyidmubarok.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasyidmubarok.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasyidmubarok.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasyidmubarok.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasyidmubarok.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasyidmubarok.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasyidmubarok.wordpress.com&amp;blog=1339995&amp;post=51&amp;subd=rasyidmubarok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/doa-doa-rasululloh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87057d21f327a0ff09d166382a3e3ccd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rasyidmubarok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kajian Akhlaq: Keberanian dan Ketabahan Rasululloh</title>
		<link>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/keberanian-dan-ketabahan-rasululloh/</link>
		<comments>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/keberanian-dan-ketabahan-rasululloh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jul 2007 05:37:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasyidmubarok</dc:creator>
				<category><![CDATA[BerAdab]]></category>
		<category><![CDATA[BerAkhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[Dar Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi Luhur]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/keberanian-dan-ketabahan-rasululloh/</guid>
		<description><![CDATA[Rasululloh shallallahu &#8216;alaihi wasallam mempunyai keberanian yang mengagumkan dan tiada tandingannya dalam membela agama dan menegakkan kalimatullah Ta&#8217;ala. Beliau mempergunakan nikmat-nikmat Alloh Subhanahu wa Ta&#8217;ala yang dicurahkan atas beliau pada tempat yang semestinya. &#8216;Aisyah radhiyallahu &#8216;anha telah mengungkapkan hal itu dalam sebuah hadits, yang artinya: &#8220;Rasululloh shallallahu &#8216;alaihi wasallam tidak pernah sama sekali memukul seorangpun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasyidmubarok.wordpress.com&amp;blog=1339995&amp;post=50&amp;subd=rasyidmubarok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span class="datasimp"> </span>Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> mempunyai keberanian yang mengagumkan dan tiada tandingannya dalam membela agama dan menegakkan <em>kalimatullah Ta&#8217;ala</em>. Beliau mempergunakan nikmat-nikmat Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> yang dicurahkan atas beliau pada tempat yang semestinya. &#8216;Aisyah radhiyallahu &#8216;anha telah mengungkapkan hal itu dalam sebuah hadits, yang artinya: <em>&#8220;Rasululloh shallallahu &#8216;alaihi wasallam tidak pernah sama sekali memukul seorangpun kecuali dalam rangka berjihad di jalan Alloh Subhanahu wa Ta&#8217;ala. Beliau tidak pernah memukul pelayan dan kaum wanita.&#8221;</em> (HR: Muslim)</p>
<p align="justify">Di antara bukti keberanian beliau adalah kegigihan beliau dalam mendakwahkan agama Islam seorang diri menghadapi kaum kafir Quraisy dan pemuka-pemuka-nya. Demikian juga keteguhan beliau di atas keyakinan tersebut hingga Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>menurunkan pertolongan-Nya. Beliau tidak pernah mengeluh atau berkata: &#8220;Tidak ada yang sudi menyertaiku, sedangkan orang-orang semuanya memusuhiku.&#8221; Akan tetapi beliau bersandar serta bertawakkal kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> dan tetap meneruskan perjuangan dakwah beliau. <span id="more-50"></span>Beliau adalah seorang pemberani dan sangat teguh dalam memegang dan melaksanakan pendirian. Ketika orang-orang lari bercerai berai, beliau tetap teguh bagaikan karang.</p>
<p><span>Beliau mengasingkan diri untuk beribadah di gua Hira&#8217; selama beberapa tahun. Kala itu beliau belum merasakan gangguan dan orang-orang Quraisy pun belum memerangi beliau. Kaum kafir itu tidak menembakkan sebatang anak panah pun dari busurnya kecuali setelah beliau menyebarkan aqidah tauhid dan memerintahkan untuk memurnikan ibadah mereka kepada Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> semata. Beliau sangat mengherankan ucapan kaum kafir sebagaimana yang difirmankan Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>, yang artinya: <em>&#8220;Katakanlah: &#8220;Siapakah yang memberi rizki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan&#8221; Maka mereka menjawab:&#8221;Alloh&#8221;. Maka katakanlah: &#8220;Mengapa kamu tidak bertaqwa (kepada-Nya)?&#8221;</em> (QS: Yunus: 31)</p>
<p>Sementara itu mereka menjadikan berhala-berhala sebagai perantara antara mereka dengan Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>. Sebagaimana yang Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>firmankan, yang artinya: <em>&#8220;Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Allah (berkata): &#8220;Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya&#8221;. </em>(QS: Az-Zumar: 3)</p>
<p>Padahal mereka juga meyakini tauhid Rububiyah, sebagaimana yang diungkapkan Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em>, yang artinya: <em>&#8220;Katakanlah: &#8220;Siapakah yang memberikan rizki kepada kalian dari langit dan bumi?&#8221; mereka akan menjawab: &#8220;Alloh&#8221;.</p>
<p></em>Wahai saudaraku, lihatlah praktek-praktek syirik yang bertebaran di seantero negeri-negeri kaum muslimin, seperti memohon kepada orang yang sudah mati, bertawassul dengan perantaraan mereka, bernadzar karena mereka, takut serta mengharap kepada mereka. Sampai-sampai terputus hubungan antara mereka dengan Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> disebabkan kemusyrikan yang mereka lakukan. Mereka telah menempatkan orang-orang yang sudah mati setara dengan kedudukan Dzat Yang Maha Hidup dan tidak akan pernah mati. Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala </em>berfirman, yang artinya:  <em>&#8220;Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (se-suatu dengan) Alloh, maka pasti Alloh mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.&#8221;</em> (QS: Al-Maidah: 72)</p>
<p>Sekarang kita beranjak dari rumah beliau menuju gunung yang berada di sebelah utara. Itulah gunung Uhud, disitulah terjadi peristiwa besar yang menunjukkan keperkasaan Rasululloh<em> shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> dan keteguhan serta kesabaran beliau atas luka yang diderita pada peperangan tersebut. Pada waktu itu wajah beliau yang mulia terluka dan beberapa gigi beliau patah serta kepala beliau terkoyak.</p>
<p>Sahal bin Sa&#8217;ad menceritakan kepada kita tentang luka yang diderita beliau . Ia berkata:<em> &#8220;Demi Alloh Subhanahu wa Ta&#8217;ala, aku benar-benar mengetahui siapakah yang mencuci luka Rasululloh shallallahu &#8216;alaihi wasallam, siapakah yang menyiramkan airnya dan dengan apa luka itu diobati.&#8221; Ia melanjutkan: &#8220;Fathimah radhiyallahu &#8216;anha putri beliaulah yang mencuci luka tersebut, sementara Ali bin Abi Thalib Radhiallahu&#8217;anhu menyiramkan airnya dengan perisai. Namun ketika Fathimah radhiyallahu &#8216;anha melihat siraman air tersebut hanya menambah deras darah yang mengucur dari luka beliau, ia segera mengambil secarik tikar lalu membakarnya kemudian membungkus luka tersebut hingga darah berhenti mengucur. Pada peristiwa itu gigi beliau patah, wajah beliau terluka dan kepala beliau terkoyak lebar.&#8221;</em> (HR: Al-Bukhari)</p>
<p>Al-Abbas bin Abdul Muththalib<em> radhiallaahu anhu</em> menceritakan kepahlawanan Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> dalam peperangan Hunain. Ia berkata: &#8220;Ketika pasukan kaum muslimin tercerai berai, Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> justru memacu bighalnya ke arah pasukan kaum kafir, sementara aku terus memegang tali kekang bighal tersebut supaya tidak melaju dengan cepat. </span>Saat itu beliau berkata: <em>&#8220;Aku adalah seorang nabi bukanlah pendusta. Aku adalah cucu Abdul Muththalib.&#8221;</em> (HR: Muslim)</p>
<p>Sementara itu, penunggang kuda yang gagah berani, yang sudah masyhur dan terkenal dengan kisah-kisah kepahlawanannya, yaitu Ali bin Abi Thalib <em>Radhiallahu&#8217;anhu</em> menceritakan keberanian Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> sebagai berikut: &#8220;Apabila dua pasukan sudah saling bertemu dan peperangan sudah demikian sengit, kamipun berlindung di belakang Rasululloh<em> shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em>, tidak ada seorangpun yang paling dekat kepada musuh daripada beliau.&#8221; (HR. Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah , silakan lihat di dalam Shahih Muslim III / no.1401)</p>
<p>Kesabaran Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> dalam menyebarkan dakwah pantas dijadikan contoh dan teladan yang baik. Hingga akhirnya Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> menegakkan pilar-pilar Islam dan melebarkan sayapnya di segenap pelosok jazirah Arab, negeri Syam dan negeri-negeri di seberang sungai Tigris. <span>Hingga tidak tersisa satu rumahpun kecuali telah dimasuki cahaya Islam.</p>
<p>Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> bersabda, yang artinya: <em>&#8220;Sesungguhnya aku telah mendapat berbagai teror dan ancaman karena membela agama Alloh . Dan tidak ada seorangpun yang mendapat teror seperti itu. aku telah mendapat berbagai macam gangguan karena menegakkan agama Alloh . Dan tidak seorangpun yang mendapat gangguan seperti itu. Sehingga pernah kualami selama 30 hari 30 malam, aku dan Bilal tidak mempunyai sepotong makanan pun yang layak untuk dimakan manusia kecuali sedikit makanan yang hanya dapat dipergunakan untuk menutupi ketiak Bilal.&#8221;</em> (HR: At-Tirmidzi dan Ahmad)</p>
<p>Walaupun harta dan ghanimah serta perbenda-haraan dunia dari kemenangan yang diberikan Alloh <em>Subhanahu wa Ta&#8217;ala</em> kepada beliau terus mengalir, namun Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> tidak mewariskan sesuatupun kepada umatnya, tidak dinar maupun dirham, beliau hanya mewariskan ilmu. Itulah warisan nubuwat, barangsiapa yang ingin mengambilnya, maka silakan maju untuk mengambilnya dan selamat berbahagia menerima warisan yang agung itu.</p>
<p>&#8216;Aisyah <em>radhiyallahu &#8216;anha</em> menuturkan:<em> &#8220;Rasululloh shallallahu &#8216;alaihi wasallam tidak meninggalkan dinar, tidak pula dirham, tidak meninggalkan kambing, tidak pula unta. </em></span><em>Beliau tidak mewasiatkan harta apapun.&#8221;</em> (HR: Muslim)</p>
<p>(Sumber Rujukan: Sehari Di Kediaman Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>, Asy-Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim)
<p>Disalin dari: <a href="http://www.rasyidmubarok.wordpress.com/">Rasyid Mubarok Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rasyidmubarok.wordpress.com/50/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rasyidmubarok.wordpress.com/50/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasyidmubarok.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasyidmubarok.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasyidmubarok.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasyidmubarok.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rasyidmubarok.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rasyidmubarok.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rasyidmubarok.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rasyidmubarok.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasyidmubarok.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasyidmubarok.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasyidmubarok.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasyidmubarok.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasyidmubarok.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasyidmubarok.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasyidmubarok.wordpress.com&amp;blog=1339995&amp;post=50&amp;subd=rasyidmubarok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/keberanian-dan-ketabahan-rasululloh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87057d21f327a0ff09d166382a3e3ccd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rasyidmubarok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kajian Akhlaq: Menunaikan Hak</title>
		<link>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/menunaikan-hak/</link>
		<comments>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/menunaikan-hak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jul 2007 03:06:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasyidmubarok</dc:creator>
				<category><![CDATA[BerAdab]]></category>
		<category><![CDATA[BerAkhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[Dar Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi Luhur]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/menunaikan-hak/</guid>
		<description><![CDATA[Hak-hak yang wajib ditunaikan seorang insan sangat banyak. Disana ada hak Alloh Subhanahu wa Ta’ala, hak kepada keluarga, hak untuk diri pribadi maupun hak untuk orang lain seperti tetangga dan lainnya. Tahukah kita bagaimana Rasululloh shallallahu &#8216;alaihi wa sallam membagi waktunya dalam sehari untuk menunaikan hak-hak tersebut? Anas bin Malik radhiallaahu anhu menuturkan, yang artinya: &#8220;Tiga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasyidmubarok.wordpress.com&amp;blog=1339995&amp;post=49&amp;subd=rasyidmubarok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"> Hak-hak yang wajib ditunaikan seorang insan sangat banyak. Disana ada hak Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>, hak kepada keluarga, hak untuk diri pribadi maupun hak untuk orang lain seperti tetangga dan lainnya. Tahukah kita bagaimana Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wa sallam</em> membagi waktunya dalam sehari untuk menunaikan hak-hak tersebut? <span id="more-49"></span></p>
<p align="justify">Anas bin Malik <em>radhiallaahu anhu</em> menuturkan, yang artinya: <em>&#8220;Tiga orang sahabat pernah datang ke rumah Rasululloh shallallahu &#8216;alaihi wasallam untuk menanyakan ibadah yang beliau lakukan. Setelah diceritakan tentang ibadah beliau, mereka merasa ibadah yang mereka kerjakan terlalu sedikit dibandingkan dengan ibadah beliau. Mereka berkata: &#8220;Alangkah jauh kedudukan kita dari Rasululloh shallallahu &#8216;alaihi wa sallam! padahal telah diampuni dosa beliau yang lalu maupun yang akan datang. Seorang di antara mereka berkata: &#8220;Aku akan shalat malam selamanya.&#8221; </em><span><em>Yang lain berkata: &#8220;Sedangkan aku akan berpuasa terus menerus tanpa berbuka.&#8221; Seorang lagi berkata: &#8220;Adapun aku akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya.&#8221; Kemudian Rasululloh shallallahu &#8216;alaihi wasallam mendatangi mereka dan berkata: &#8220;Kaliankah yang mengatakan begini dan begini?! Demi Alloh, aku adalah orang yang paling takut kepada Alloh Subhanahu wata’ala dan yang paling bertakwa kepada-Nya dari pada kalian semua. Akan tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku shalat malam dan juga tidur, aku juga menikahi wanita. Barangsiapa yang membenci Sunnahku, maka ia bukan termasuk golonganku.&#8221;</em> (Muttafaq &#8216;alaih)</p>
<p>Dari hadist diatas terlihat bahwa seorang muslim harus hidup sebagaimana mestinya tanpa melakukan hal-hal yang melampaui batas. Kita harus memenuhi hak-hak atas tubuh kita ini yang membutuhkan makanan dan minuman serta kebutuhan batiniah berupa pernikahan dan keluarga. Kita harus memperhatikan dan membantu lingkungan kita mulai dari bermuamalah dengan masyarakat sampai dengan membersihkan lingkungan.</p>
<p>(Sumber Rujukan: Sehari Di Kediaman Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>, Asy-Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim)</span>
<p>Disalin dari: <a href="http://www.rasyidmubarok.wordpress.com/">Rasyid Mubarok Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rasyidmubarok.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rasyidmubarok.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasyidmubarok.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasyidmubarok.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasyidmubarok.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasyidmubarok.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rasyidmubarok.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rasyidmubarok.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rasyidmubarok.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rasyidmubarok.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasyidmubarok.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasyidmubarok.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasyidmubarok.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasyidmubarok.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasyidmubarok.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasyidmubarok.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasyidmubarok.wordpress.com&amp;blog=1339995&amp;post=49&amp;subd=rasyidmubarok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/menunaikan-hak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87057d21f327a0ff09d166382a3e3ccd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rasyidmubarok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kajian Akhlaq: Persahabatan Yang Tulus</title>
		<link>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/persahabatan-yang-tulus/</link>
		<comments>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/persahabatan-yang-tulus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jul 2007 03:06:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasyidmubarok</dc:creator>
				<category><![CDATA[BerAdab]]></category>
		<category><![CDATA[BerAkhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[Dar Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi Luhur]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/persahabatan-yang-tulus/</guid>
		<description><![CDATA[&#8216;Aisyah radhiyallahu &#8216;anha menuturkan bahwa setiap kali disampaikan kepada Rasulloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam sesuatu yang kurang berkenan dari seseorang, beliau tidak mengatakan: &#8220;Apa maunya si &#8216;Fulan&#8217; berkata demikian!&#8221; Namun beliau mengatakan: &#8220;Apa maunya &#8216;mereka&#8217; berkata demikian!&#8221; (HR: At-Tirmidzi) Anas bin Malik radhiallaahu anhu menceritakan bahwa pernah suatu kali seorang lelaki datang menemui Rasululloh shallallahu &#8216;alaihi wasallam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasyidmubarok.wordpress.com&amp;blog=1339995&amp;post=48&amp;subd=rasyidmubarok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"> &#8216;Aisyah radhiyallahu &#8216;anha menuturkan bahwa setiap kali disampaikan kepada Rasulloh <em>Shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>sesuatu yang kurang berkenan dari seseorang, beliau tidak mengatakan: &#8220;Apa maunya si &#8216;Fulan&#8217; berkata demikian!&#8221; Namun beliau mengatakan: &#8220;Apa maunya &#8216;mereka&#8217; berkata demikian!&#8221; (HR: At-Tirmidzi)<span id="more-48"></span></p>
<p align="justify">Anas bin Malik <em>radhiallaahu anhu</em> menceritakan bahwa pernah suatu kali seorang lelaki datang menemui Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> dengan bekas celupan berwarna kuning pada pakaiannya (bekas za&#8217;faran). Biasanya Rasululloh<em> shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> sangat jarang menegur sesuatu yang dibencinya pada seseorang di hadapannya langsung. Setelah lelaki itu pergi, beliau pun berkata, yang artinya: <em>&#8220;Alangkah bagusnya bila kalian perintahkan lelaki itu untuk menghilangkan bekas za&#8217;faran itu dari bajunya.&#8221;</em> (HR: Abu Daud &amp; Ahmad)</p>
<p>Abdullah bin Mas&#8217;ud <em>Radhiallaahu anhu</em> berkata bahwa Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> pernah bersabda, yang artinya: <em>&#8220;Inginkah aku kabarkan kepadamu oang yang diselamatkan dari api Neraka, atau dijauhkan api Neraka darinya? Yaitu setiap orang yang ramah, lemah lembut dan murah hati.&#8221;</em> (HR: At-Tirmidzi)</p>
<p>(Sumber Rujukan: Sehari Di Kediaman Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>, Asy-Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim)
<p>Disalin dari: <a href="http://www.rasyidmubarok.wordpress.com/">Rasyid Mubarok Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rasyidmubarok.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rasyidmubarok.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasyidmubarok.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasyidmubarok.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasyidmubarok.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasyidmubarok.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rasyidmubarok.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rasyidmubarok.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rasyidmubarok.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rasyidmubarok.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasyidmubarok.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasyidmubarok.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasyidmubarok.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasyidmubarok.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasyidmubarok.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasyidmubarok.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasyidmubarok.wordpress.com&amp;blog=1339995&amp;post=48&amp;subd=rasyidmubarok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/persahabatan-yang-tulus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87057d21f327a0ff09d166382a3e3ccd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rasyidmubarok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kajian Akhlaq: Adab Membaca Al-Qur’an</title>
		<link>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/adab-membaca-al-qur%e2%80%99an/</link>
		<comments>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/adab-membaca-al-qur%e2%80%99an/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jul 2007 03:05:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasyidmubarok</dc:creator>
				<category><![CDATA[BerAdab]]></category>
		<category><![CDATA[BerAkhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[Dar Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi Luhur]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/adab-membaca-al-qur%e2%80%99an/</guid>
		<description><![CDATA[Al Qur’anul Karim adalah firman Alloh Subhanahu wa Ta’ala yang tidak mengandung kebatilan sedikitpun. Al Qur’an memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Untuk itulah tiada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasyidmubarok.wordpress.com&amp;blog=1339995&amp;post=47&amp;subd=rasyidmubarok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"> Al Qur’anul Karim adalah firman Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>yang tidak mengandung kebatilan sedikitpun. Al Qur’an memberi petunjuk jalan yang lurus dan memberi bimbingan kepada umat manusia di dalam menempuh perjalanan hidupnya, agar selamat di dunia dan di akhirat, dan dimasukkan dalam golongan orang-orang yang mendapatkan rahmat dari Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em>. Untuk itulah tiada ilmu yang lebih utama dipelajari oleh seorang muslim melebihi keutamaan mempelajari Al-Qur’an. Sebagaimana sabda Nabi <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam</em>, yang artinya: <em>“Sebaik-baik kamu adalah orang yg mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”</em> (HR: Bukhari)<span id="more-47"></span></p>
<p align="justify">Ketika membaca Al-Qur’an, maka seorang muslim perlu memperhatikan adab-adab berikut ini untuk mendapatkan kesempurnaan pahala dalam membaca Al-Qur’an:</p>
<p><strong>Membaca dalam keadaan suci, dengan duduk yang sopan dan tenang.<br />
</strong>Dalam membaca Al-Qur’an seseorang dianjurkan dalam keadaan suci. Namun, diperbolehkan apabila dia membaca dalam keadaan terkena najis. Imam Haromain berkata, <em>“Orang yang membaca Al-Qur’an dalam keadaan najis, dia tidak dikatakan mengerjakan hal yang makruh, akan tetapi dia meninggalkan sesuatu yang utama.”</em> (<em>At-Tibyan</em>, hal. 58-59)</p>
<p><strong>Membacanya dengan pelan (<em>tartil</em>) dan tidak cepat, agar dapat menghayati ayat yang dibaca.<br />
</strong>Rosululloh <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda, yang artinya:<em>“Siapa saja yang membaca Al-Qur’an (khatam) kurang dari tiga hari, berarti dia tidak memahami.”</em> (HR: Ahmad dan para penyusun kitab-kitab Sunan)</p>
<p>Sebagian sahabat membenci pengkhataman Al-Qur’an sehari semalam, dengan dasar hadits di atas. Rosululloh telah memerintahkan Abdullah Ibnu Umar untuk mengkhatam kan Al-Qur’an setiap satu minggu (7 hari) (HR: Bukhori, Muslim). Sebagaimana yang dilakukan Abdullah bin Mas’ud, Utsman bin Affan, Zaid bin Tsabit, mereka mengkhatamkan Al-Qur’an sekali dalam seminggu.</p>
<p><strong>Membaca Al-Qur’an dengan <em>khusyu’</em>, dengan menangis, karena sentuhan pengaruh ayat yang dibaca bisa menyentuh jiwa dan perasaan.<br />
</strong>Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>menjelaskan sebagian dari sifat-sifat hamba-Nya yang shalih, <em>“Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.”</em> (QS: Al-Isra’: 109). Namun demikian tidaklah disyariatkan bagi seseorang untuk pura-pura menangis dengan tangisan yang dibuat-buat.</p>
<p><strong>Membaguskan suara ketika membacanya.<br />
</strong>Sebagaimana sabda Rosululloh <em>shollallohu ‘alaihi wa sallam</em>, yang artinya: <em>“Hiasilah Al-Qur’an dengan suaramu.”</em> (HR: Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim). Di dalam hadits lain dijelaskan, yang artinya: <em>“Tidak termasuk umatku orang yang tidak melagukan Al-Qur’an.”</em> (HR: Bukhari dan Muslim). Maksud hadits ini adalah membaca Al-Qur’an dengan susunan bacaan yang jelas dan terang <em>makhroj</em> hurufnya, panjang pendeknya bacaan, tidak sampai keluar dari ketentuan kaidah tajwid. Dan seseorang tidak perlu melenggok-lenggokkan suara di luar kemampuannya.</p>
<p><strong>Membaca Al-Qur’an dimulai dengan <em>isti’adzah.<br />
</em></strong>Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman, yang artinya, <em>“Dan bila kamu akan membaca Al-Qur’an, maka mintalah perlindungan kepada Alloh dari (godaan-godaan) syaithan yang terkutuk.”</em> (QS: An-Nahl: 98)</p>
<p>Membaca Al-Qur’an dengan tidak mengganggu orang yang sedang shalat, dan tidak perlu membacanya dengan suara yang terlalu keras atau di tempat yang banyak orang. Bacalah dengan suara yang lirih secara <em>khusyu’</em>.</p>
<p>Rosululloh <em>shollallohu ‘alaihiwasallam</em> bersabda, yang artinya: <em>“Ingatlah bahwasanya setiap dari kalian bermunajat kepada Rabbnya, maka janganlah salah satu dari kamu mengganggu yang lain, dan salah satu dari kamu tidak boleh bersuara lebih keras daripada yang lain pada saat membaca (Al-Qur’an).”</em> (HR: Abu Dawud, Nasa’i, Baihaqi dan Hakim). <em>Wallohu a’lam.</em>
<p>Disalin dari: <a href="http://www.rasyidmubarok.wordpress.com/">Rasyid Mubarok Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rasyidmubarok.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rasyidmubarok.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasyidmubarok.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasyidmubarok.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasyidmubarok.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasyidmubarok.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rasyidmubarok.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rasyidmubarok.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rasyidmubarok.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rasyidmubarok.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasyidmubarok.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasyidmubarok.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasyidmubarok.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasyidmubarok.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasyidmubarok.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasyidmubarok.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasyidmubarok.wordpress.com&amp;blog=1339995&amp;post=47&amp;subd=rasyidmubarok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/09/adab-membaca-al-qur%e2%80%99an/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87057d21f327a0ff09d166382a3e3ccd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rasyidmubarok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kajian Akhlaq: Nikmat Mampu Berbicara dan Menjelaskan</title>
		<link>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/08/nikmat-mampu-berbicara-dan-menjelaskan/</link>
		<comments>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/08/nikmat-mampu-berbicara-dan-menjelaskan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jul 2007 12:01:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasyidmubarok</dc:creator>
				<category><![CDATA[BerAdab]]></category>
		<category><![CDATA[BerAkhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[Dar Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi Luhur]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/08/nikmat-mampu-berbicara-dan-menjelaskan/</guid>
		<description><![CDATA[Sesungguhnya kenikmatan yang Alloh Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada hamba-hambanya tak terhitung dan tak terhingga banyaknya. Dan termasuk salah satu nikmat agung yang diberikan oleh Alloh Subhanahu wa Ta’ala kepada kita adalah nikmat mampu berbicara. Dengan kemampuan tersebut seseorang bisa mengutarakan keinginannya, mampu menyampaikan perkataan yang benar dan mampu beramar ma&#8217;ruf dan nahi mungkar. Orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasyidmubarok.wordpress.com&amp;blog=1339995&amp;post=44&amp;subd=rasyidmubarok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span class="datasimp"><span class="datasimp"> </span></span>Sesungguhnya kenikmatan yang Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>berikan kepada hamba-hambanya tak terhitung dan tak terhingga banyaknya. Dan termasuk salah satu nikmat agung yang diberikan oleh Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>kepada kita adalah nikmat mampu berbicara. Dengan kemampuan tersebut seseorang bisa mengutarakan keinginannya, mampu menyampaikan perkataan yang benar dan mampu beramar ma&#8217;ruf dan nahi mungkar.<span id="more-44"></span></p>
<p align="justify">Orang yang tidak diberi nikmat mampu ber­bicara, jelas dia tidak akan mampu melakukan hal di atas. Dia hanya bisa mengutarakan sesuatu dan memahamkan orang lain dengan isyarat atau dengan cara menuliskannya jika dia mampu menulis.</p>
<p>Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman, yang artinya: <em>&#8220;Dan Alloh membuat (pula) perumpamaan dua orang lelaki, yang seorang bisu, tidak dapat berbuat sesuatupun dan dia menjadi beban bagi penanggungnya, ke mana saja dia disuruh oleh penanggungnya itu dia tidak dapat mendatangkan suatu kebajikan pun. Samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan yang berada di atas jalan yang lurus?&#8221; </em>(QS: An Nahl: 76)</p>
<p>Tentang tafsir ayat ini, ada yang mengatakan bahwasanya Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>memberikan permisalan perbandingan antara diri-Nya dengan berhala yang disembah. Ada pula yang mengatakan bahwa Alloh memberi permisalan antara orang kafir dan orang yang beriman.</p>
<p>Permisalan di atas secara jelas menerangkan bahwa seorang budak bisu yang tidak mampu memberikan manfaat kepada orang lain. Pemiliknya pun tidak mampu mengambil manfaat ketika dia membutuhkannya.</p>
<p>Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman, yang artinya:<em> &#8220;Demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya apa yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan Terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.&#8221;</em> (QS: Adz Dzariyat: 23)</p>
<p>Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>bersumpah dengan diri-Nya mengenai kepastian akan kedatangan hari kebangkitan dan pembalasan bagi seluruh umat manusia, sebagaimana pastinya ucapan yang menjadi perwujudan dari orang yang berbicara. Pada ayat tersebut Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>memaparkan sebahagian karunia-Nya yang berupa ucapan.</p>
<p>Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman, yang artinya: <em>&#8220;Dia menciptakan manusia, dan mengajarinya berbicara.&#8221;</em> (QS: Ar Rahman: 2-3)</p>
<p>AI Hasan AI Bashri menafsirkan bahwa al bayan (penjelasan) adalah berbicara. Jadi, Alloh  <em>Subhanahu wa Ta’ala </em>menyebutkan nikmat berbicara ini, karena dengan berbicara manusia bisa mengutarakan apa yang diinginkannya ..</p>
<p>Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> berfirman, yang artinya: &#8220;Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, lidah dan dua buah bibir?&#8221; (QS: AI Balad: 8-9)</p>
<p align="justify">Dalam kitab Tafsirnya, Ibnu Katsir menjelasan, Firman Alloh <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> tersebut (Bukankah Kami telah memberiKan kepadanya dua buah mata), maksudnya dengan kedua mata tersebut dia mampu melihat. (dan lidah), yaitu dengan lidahnya dia mampu berbicara; mampu mengungkapkan apa yang tersimpan dalam hati­ nya. (dan kedua bibirnya), yaitu dengan kedua bibirnya dia dapat mengucapkan sebuah perkataan, atau memakan makanan; juga sebagai penghias wajah dan mulutnya.</p>
<p align="justify">Akan tetapi, kita tahu bahwa nikmat berbicara ini akan menjadi kenikmatan yang hakiki apabila digunakan untuk membicarakan hal-hal yang mendatangkan manfaat dan keselamatan. Dan sebaliknya apabila digunakan untuk perkara yang merusak, tentu hal itu justru akan menjadi musibah pemiliknya. Dalam keadaan seperti itu, lebih baik keadaannya bagi yang tidak diberi nikmat berbicara daripada seseorang yang diberikan nikmat tersebut tapi menggunakan nikmat berbicara ini untuk perkara yang jelek.</p>
<p>(Sumber Rujukan: Tafsir Ibnu Katsir dan berbagai sumber lainnya)
<p>Disalin dari: <a href="http://www.rasyidmubarok.wordpress.com/">Rasyid Mubarok Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rasyidmubarok.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rasyidmubarok.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasyidmubarok.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasyidmubarok.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasyidmubarok.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasyidmubarok.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rasyidmubarok.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rasyidmubarok.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rasyidmubarok.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rasyidmubarok.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasyidmubarok.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasyidmubarok.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasyidmubarok.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasyidmubarok.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasyidmubarok.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasyidmubarok.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasyidmubarok.wordpress.com&amp;blog=1339995&amp;post=44&amp;subd=rasyidmubarok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/08/nikmat-mampu-berbicara-dan-menjelaskan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87057d21f327a0ff09d166382a3e3ccd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rasyidmubarok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kajian Akhlaq: Rasululloh Dengan Para Tetangga</title>
		<link>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/08/rasululloh-dengan-para-tetangga/</link>
		<comments>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/08/rasululloh-dengan-para-tetangga/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Jul 2007 02:02:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasyidmubarok</dc:creator>
				<category><![CDATA[BerAdab]]></category>
		<category><![CDATA[BerAkhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[Dar Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi Luhur]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/08/rasululloh-dengan-para-tetangga/</guid>
		<description><![CDATA[Rasululloh shallallahu &#8216;alaihi wasallam sangat memuliakan para tetangga. Tetangga memiliki kedudukan yang agung dalam kehidupan beliau. Beliau pernah berkata, yang artinya: &#8220;Malaikat Jibril alaihissalam senatiasa mewasiatkan agar aku berbuat baik kepada tetangga, sehingga aku mengira ia (Jibril) akan memberikan hak waris (bagi mereka).&#8221; (HR: Al-Bukhari dan Muslim) Beliau mewasiatkan Abu Dzar radhiallaahu anhu, yang artinya:  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasyidmubarok.wordpress.com&amp;blog=1339995&amp;post=45&amp;subd=rasyidmubarok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"> Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> sangat memuliakan para tetangga. Tetangga memiliki kedudukan yang agung dalam kehidupan beliau. Beliau pernah berkata, yang artinya: <em>&#8220;Malaikat Jibril alaihissalam senatiasa mewasiatkan agar aku berbuat baik kepada tetangga, sehingga aku mengira ia (Jibril) akan memberikan hak waris (bagi mereka).&#8221;</em> (HR: Al-Bukhari dan Muslim)<span id="more-45"></span></p>
<p align="justify">Beliau mewasiatkan Abu Dzar <em>radhiallaahu anhu</em>, yang artinya:  <em>&#8220;Wahai Abu Dzar, jika engkau memasak makanan, perbanyaklah kuahnya, janganlah engkau lupa membagikannya kepada tetanggamu.&#8221; </em>(HR: Muslim)</p>
<p>Beliau juga memperingatkan dari bahaya mengganggu tetangga. Beliau bersabda, yang artinya:<em> &#8220;Tidak akan masuk Surga orang yang tidak merasa aman tetangganya dari kejahatannya.&#8221;</em> (HR: Muslim)</p>
<p>Oleh sebab itu, hendaklah kita senantiasa berlaku baik kepada para tetangga. Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> bersabda, yang artinya: <em>&#8220;Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhirat, hendaklah ia berlaku baik kepada tetangganya.&#8221;</em> (HR: Muslim)</p>
<p>(Sumber Rujukan: Sehari Di Kediaman Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>, Asy-Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim)
<p>Disalin dari: <a href="http://www.rasyidmubarok.wordpress.com/">Rasyid Mubarok Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rasyidmubarok.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rasyidmubarok.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasyidmubarok.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasyidmubarok.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasyidmubarok.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasyidmubarok.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rasyidmubarok.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rasyidmubarok.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rasyidmubarok.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rasyidmubarok.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasyidmubarok.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasyidmubarok.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasyidmubarok.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasyidmubarok.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasyidmubarok.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasyidmubarok.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasyidmubarok.wordpress.com&amp;blog=1339995&amp;post=45&amp;subd=rasyidmubarok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/08/rasululloh-dengan-para-tetangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87057d21f327a0ff09d166382a3e3ccd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rasyidmubarok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kajian Akhlaq: Dzikir Rasulullah</title>
		<link>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/07/dzikir-rasulullah/</link>
		<comments>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/07/dzikir-rasulullah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jul 2007 12:14:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rasyidmubarok</dc:creator>
				<category><![CDATA[BerAdab]]></category>
		<category><![CDATA[BerAkhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Bimbingan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Budi Pekerti]]></category>
		<category><![CDATA[Dar Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Darul Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Implementasi Iman]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi Luhur]]></category>
		<category><![CDATA[Sifat Mulia]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Akhlaq]]></category>
		<category><![CDATA[Tarbiyah Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan Akhlaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/07/dzikir-rasulullah/</guid>
		<description><![CDATA[Nabi umat ini sekaligus murabbi (pembimbing) yang handal dan terdepan memiliki komitmen yang sangat besar dalam beribadah. Beliau Shallallaahu alaihi wa Sallam selalu menghubungkan hatinya dengan Alloh ‘Azza wa Jalla. Tidak sedikitpun waktu yang terlewat tanpa dzikrullah, tahmid, syukur, istighfar dan taubat. Padahal telah diampuni dosa-dosa beliau yang lalu maupun yang akan datang. Namun beliau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasyidmubarok.wordpress.com&amp;blog=1339995&amp;post=43&amp;subd=rasyidmubarok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"> Nabi umat ini sekaligus murabbi (pembimbing) yang handal dan terdepan memiliki komitmen yang sangat besar dalam beribadah. Beliau <em>Shallallaahu alaihi wa Sallam </em>selalu menghubungkan hatinya dengan Alloh <em>‘Azza wa Jalla</em>. Tidak sedikitpun waktu yang terlewat tanpa dzikrullah, tahmid, syukur, istighfar dan taubat. Padahal telah diampuni dosa-dosa beliau yang lalu maupun yang akan datang. Namun beliau senantiasa menjadi hamba yang bersyukur, nabi yang mensyukuri karunia Alloh <em>‘Azza wa Jalla</em> dan Rasululloh yang selalu memuji keagungan-Nya.<span id="more-43"></span></p>
<p class="MsoNormal" align="justify">Beliau mengenal kebesaran Alloh <em>‘Azza wa Jalla</em>, dengan itu beliau senantiasa memuji-Nya, memohon kepada-Nya dan kembali menuju ampunan-Nya. Beliau mengetahui betapa berharga waktu yang diberikan, beliau pergunakan sebaik-baiknya dengan selalu mengisi waktu dalam ketaatan dan ibadah.</p>
<p>&#8216;Aisyah <em>radhiyallahu &#8216;anha</em> berkata: <em>&#8220;Rasululloh shallallahu &#8216;alaihi wasallam senantiasa berdzikir kepada Allah setiap waktu.&#8221;</em> (HR: Muslim)</p>
<p>Ibnu Abbas <em>radhiallaahu anhu </em>mengungkapkan: <em>&#8220;Kami pernah menghitung dzikir yang diucapkan Rasululloh shallallahu &#8216;alaihi wasallam dalam satu majlis sebanyak seratus kali:  &#8220;Ya Allah, ampunilah aku, dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha menerima taubat lagi Maha Pengampun.&#8221;</em> (HR: Abu Daud)</p>
<p>Abu Hurairah <em>radhiallaahu anhu</em> menuturkan: &#8220;Saya pernah mendengar Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> bersabda, yang artinya:<em> &#8220;Demi Alloh, sesungguhya aku beristighfar dan bertaubat kepada Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.&#8221;</em> (HR: Al-Bukhari)</p>
<p>Ibnu Umar <em>radhiallaahu anhu</em> berkata: <em>&#8220;Kami pernah menghitung dzikir yang diucapkan Rasululloh shallallahu &#8216;alaihi wasallam dalam satu majlis sebanyak seratus kali: &#8220;Ya Alloh, ampunilah aku, dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha menerima taubat lagi Maha Pengampun.&#8221; </em>(HR: At-Tirmidzi)</p>
<p>Ummul Mukminin Ummu Salamah <em>radhiyallahu &#8216;anha</em> mengungkapkan kepada kita sebuah doa yang sering diucapkan Rasululloh <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> bila berada di sisinya, sebagai berikut: <em>&#8220;Ya Allah, Yang membolak-balikkan hati teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.&#8221;</em> (HR: At-Tirmidzi)</p>
<p>(Sumber Rujukan: Sehari Di Kediaman Rasululloh <em>Shallallahu&#8217;alaihi Wasallam</em>, Asy-Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim)
<p>Disalin dari: <a href="http://www.rasyidmubarok.wordpress.com/">Rasyid Mubarok Blogs</a><i> dan sumber artikel dari <a href="http://www.mediamuslim.info/">Media Muslim Info</a></i></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/rasyidmubarok.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/rasyidmubarok.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rasyidmubarok.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rasyidmubarok.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rasyidmubarok.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rasyidmubarok.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rasyidmubarok.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rasyidmubarok.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rasyidmubarok.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rasyidmubarok.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rasyidmubarok.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rasyidmubarok.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rasyidmubarok.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rasyidmubarok.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rasyidmubarok.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rasyidmubarok.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rasyidmubarok.wordpress.com&amp;blog=1339995&amp;post=43&amp;subd=rasyidmubarok&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rasyidmubarok.wordpress.com/2007/07/07/dzikir-rasulullah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/87057d21f327a0ff09d166382a3e3ccd?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">rasyidmubarok</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
